McDonald's di Kopenhagen: Cokelat Panas Gratis dan Pesanan Keluar dari Langit-langit


Seperti biasa, kalau sudah bingung mau makan apa, saya pasti larinya ke restoran fast food seperti KFC atau McDonald's. Kenapa? Selain harganya sangat terjangkau, saya tahu persis apa yang saya dapatkan. Sudah kebayanglah bagaimana rasa ayam atau burgernya, jadi nggak perlu 'untung-untungan' seperti halnya mencoba makanan baru yang tak dikenal. Nah, kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman saya saat membeli makanan di McDonald's di Kopenhagen yang menurut saya cukup unik. 

Saya ke sini setelah keluar dari supermarket Irma, yang memang letaknya bersebelahan dan tidak jauh dari City Hall Square. Niatnya, ingin membeli makan malam yang akan saya bawa pulang dan santap di penginapan. Saya lebih senang mendekam di kamar penginapan, soalnya udara malam Kopenhagen pada akhir Oktober 2018 cukup dingin, mencapai suhu 4 derajat dengan real feel-nya -4 derajat. Saya pun memesan cheeseburger dengan harga 10DKK. 

Namun setelah menunggu sekian lama, cheeseburger saya tak kunjung keluar padahal orang sebelum saya yang juga memesan cheeseburger sudah mendapatkan pesanannya dari tadi. Harusnya saya tak menunggu lama setelah dia, apalagi kami memesan menu yang sama. Namun saya memutuskan untuk tetap sabar menanti. 

Dalam penantian, saya melihat sang pelayan kembali ke mesin kasir, tempat saya memesan sebelumnya, dan memencet sesuatu, kemudian di layar kasir tertulis cheeseburger. Saya curiga dia lupa pesanan saya dan baru memasukkannya. 

Kecurigaan ini terbukti ketika dia menghampiri saya dan menawarkan minuman gratis sebagai permintaan maaf karena lama menunggu. 
"Kamu mau minum? Ini gratis," tawarnya.
"Apakah kamu punya minuman yang panas?"
"Ya. Kami punya cokelat panas."
"Oke, saya mau itu," kata saya menutup percakapan.

Dia pun memberikan saya minuman tersebut sambil berkata bahwa cheeseburger saya akan segera siap. Setelah itu, saya melihat orang yang memesan setelah saya, sudah mendapatkan pesanannya. Satu lagi bukti bahwa sang pelayan sempat melupakan pesanan saya. Tapi saya harus acungi jempol dengan itikad baiknya untuk memperbaiki keadaan dengan cara memberikan saya cokelat panas gratis.    

Tidak lama kemudian, cheeseburger saya keluar. Berbeda dari kebanyakan McDonald's yang pernah saya masuki, cheeseburger saya keluar dari langit-langit restoran. Jadi di langit-langit terdapat rel yang bergerak membawa makanan dari lantai atas ke lantai bawah. Saya menduga dapurnya mereka ada di lantai atas karena itu dibutuhkan rel untuk mempermudah transfer makanan ini.   

Melihat teknologi ini saya merasa takjub karena baru kali ini saya melihat restoran McDonald's yang memiliki fitur seperti ini. Saking noraknya, saya sampai merekam ketika makanan-makanan tersebut turun berdatangan melalui rel. Haha... 


----------@yanilauwoie----------


Find me at:
Instagram: yanilauwoie
Twitter: yanilauwoie
YouTube: yanilauwoie
LINE: @psl7703h



Share:

0 komentar