Taiwan, Negara Ramah Wisatawan Keluarga


Taiwan tidak pernah ada di dalam bucket list negara yang ingin saya kunjungi. Alasan memilih Taiwan sebagai destinasi liburan pada tahun 2024 lalu dilakukan dengan pertimbangan memilih negara di Asia sehingga penerbangan tidak terlalu jauh untuk Noah dan negara yang saya dan Shannon belum pernah datangi. 


Ada beberapa negara Asia yang masuk syarat tersebut namun setelah kami melakukan penjelajahan di internet, kami yakin memilih Taiwan dan ternyata pilihan tersebut tidak salah. Saya, Shannon, dan Noah sangat menikmati waktu kami di Taiwan. Menurut saya, Taiwan termasuk negara yang ramah untuk wisatawan keluarga karena alasan berikut:


  1. Sistem transportasi publik yang terorganisir. Ada banyak pilihan transportasi publik di Taiwan, mulai dari kereta, bus, MRT, dan LRT yang selama kami naiki dalam kondisi baik dan tepat waktu. Yang paling saya suka adalah bagaimana mereka terkoneksi satu sama lain. Misalnya, ketika kami harus berganti dari MRT ke kereta cepat antar kota, keduanya ada di dalam gedung stasiun yang sama atau saat kami harus berganti MRT dengan bus, begitu keluar stasiun MRT, di dekatnya ada halte bus sehingga kami tidak perlu bingung mencari-cari. Sistem transportasi yang baik membuat perjalanan dengan balita terasa lebih nyaman.  
  2. Transportasi gratis untuk anak di bawah 6 tahun. Karena Noah baru berusia 4 tahun saat kami pergi ke sana, jadi kami hanya beli dua tiket untuk setiap transportasi publik yang kami gunakan. Bahkan untuk kereta cepat dari Taipei ke Kaohsiung pun kami tidak perlu membeli tiket buat Noah. Namun karena setiap kursi nomornya sudah ditentukan saat kami membeli tiket, jadi Noah tidak dapat kursi sendiri. Dia harus duduk nyempil antara kursi saya dan Shannon.
  3. Atraksi wisata gratis untuk anak di bawah 6 tahun. Ini sebenarnya yang cukup membuat saya kaget karena beberapa kali kami masuk atraksi wisata, Noah tidak perlu bayar. Contohnya, saat mengunjungi Kebun Binatang Kaohsiung hanya saya yang bayar tiket. Begitu juga saat kami naik bianglala di Dream Mall, hanya saya yang harus beli tiket. Lucu sih, yang ingin anak anaknya, tapi mamanya yang menemani yang justru harus bayar. Haha..
  4. Banyak atraksi wisata untuk anak-anak. Selama 10 hari kami disana, kami tidak kekurangan tempat atau aktivitas yang bisa kami lakukan bersama Noah. Banyak pula atraksi wisata yang gratisan, seperti pantai, botanical garden, dan museum. Contohnya Museum of Contemporary Arts di Taipei yang gratis khusus keluarga saat akhir pekan. Jadi bukan hanya Noah saja yang bisa masuk gratis, saya dan Shannon juga. 
  5. Ada jalur khusus keluarga yang membawa anak kecil di bandara Taipei. Saat kami mau masuk ke bagian cek keimigrasian, kami langsung diarahkan ke antrian khusus yang tentunya antriannya lebih lowong, sehingga kami tidak perlu mengantri lama. Begitu juga saat kami check-in pesawat Eva Air. Kami tidak perlu antri lama, karena ada jalur khusus check-in untuk keluarga yang bersama anak kecil. Mereka tahu saja bahwa sulit untuk membuat balita anteng dalam antrian yang mengular.

Sekedar informasi, bahwa kami hanya mengunjungi dua kota di Taiwan, yaitu Taipei dan Kaohsiung. Jadi apa yang saya tulis terbatas pada yang kami alami di dua kota tersebut.

Share:

0 komentar