Lebih Seru Jalan-jalan Sendiri atau Ikutan Tur?

Beberapa hari lalu saya mendapat curhatan dari seorang teman dekat, Stacey. Dia cerita tentang perdebatannya dengan teman kantornya perihal jalan-jalan sendiri atau ikutan tur. Maksudnya sendiri di sini adalah mengatur segala sesuatunya secara independen tanpa menggunakan jasa travel agent atau tour operator. Saya pernah mencoba keduanya. Keduanya sama-sama ada plus dan minusnya. Tergantung dari kebutuhan kita saat itu. Berikut plus dan minusnya berdasarkan pengalaman saya.

 Saya di Seoraksan National Park, Korea Selatan

Plusnya jalan-jalan ikutan tur:
  • Yang paling menyenangkan dari jalan-jalan ikutan tur adalah kita tinggal terima beres. Nggak perlu ribet mengurusi itinerary, transportasi, akomodasi, konsumsi, dan segala sesuatunya. Tinggal bayar dan semuanya sudah beres. 
  • Bisa menghemat biaya. Saya pernah ikutan trip bareng Jejakkaki ke Pangandaran. Waktu itu (tahun 2008), saya hanya perlu bayar 600 ribuan untuk perjalanan 3 hari 2 malam ke Pantai Pangandaran, Green Canyon, dan sekitarnya. Saya yakin kalau saya pergi dengan mengatur sendiri biayanya pasti akan membengkak karena harus sewa mobil, perahu, penginapan, dan lain-lainnya.
  • Bisa dapat teman baru yang memiliki interest kurang lebih sama, yaitu traveling.
  • Nggak perlu khawatir nyasar karena sudah ada guide yang membimbing. Ketika saya dapat tugas kantor untuk liputan wisata Korea Selatan, pihak yang mengundang menggunakan jasa travel agent, WITA Tour. Memiliki tour guide profesional yang tahu benar harus membawa kami kemana, tentu membuat timeline perjalanan lancar karena terbebas dari nyasar nggak jelas. Untuk saya yang saat itu datang ke Korea Selatan untuk bekerja, tentu hal ini sangat membantu. 
Minusnya jalan-jalan ikutan tur:
  • Itinerary tidak fleksibel. Rata-rata travel agent atau tour operator sudah memiliki itinerary yang tidak bisa diganggu gugat (kecuali ada force majeure). Ini agak menyulitkan untuk saya yang ingin mendapatkan pengalaman lebih. Contohnya ketika saya ada di  Seoraksan National Park, Korea Selatan, saya ingin berada di tempat itu lebih lama karena selain pemandangannya luar biasa indah, itu pertama kalinya saya melihat salju. Tapi saya nggak bisa berlama-lama di situ karena harus mengikuti jadwal untuk mengunjungi tempat-tempat lainnya. 
  • Kurang berinteraksi dengan masyarakat lokal. Bukan berarti nggak bisa berinteraksi sama sekali sih, tapi interaksinya jadi terbatas karena kita kemana-mana hanya bersama rombongan tur kita. 
  • Kurang menantang. Karena semuanya sudah diatur dan tinggal mengikuti saja sesuai rencana dan itinerary dari pihak tur, bagi saya yang senang berpetualang, ikutan tur kurang menantang jiwa petualang saya. 
  • Kurang mendapatkan "me moment". Ketika saya berada di satu tempat yang benar-benar saya sukai, saya suka berdiam diri di tempat tersebut selama yang saya mau. Merasakan atmosfer tempat tersebut masuk ke dalam diri saya. Ini agak sulit dilakukan ketika saya bersama rombongan tur. Bukan berarti tidak bisa tapi lagi-lagi terbentur pada waktu yang cepat dan tidak bisa selama yang saya mau.  

Plusnya jalan-jalan dengan mengatur sendiri:
  • Bebas mengatur itinerary. Bebas menentukan tujuan. Kayak ketika saya melakukan EuroTrip bersama kedua teman saya, kami bebas mengatur negara dan tempat-tempat wisata yang mau kami kunjungi dan mana yang tidak. Bahkan di antara kami bertiga pun, kami saling memberikan kebebasan bila ada tujuan yang berbeda. Jadi tempat yang dikunjungi benar-benar apa yang saya mau.
  • Bebas mengatur waktu. Mau ke luar hotel subuh banget atau justru setelah makan siang, mau datang ke tempat yang sama dua hari berturut-turut, atau hang out berjam-berjam di pusat perbelanjaan atau kafe? Bebas! Karena nggak ada tour guide yang jadi time keeper. Yang penting selama kita sepakat dengan teman perjalanan kita, semuanya bebas diatur sesuka-suka kita. 
  • Menambah wawasan. Ketika saya akan mengunjungi suatu negara, saya pasti akan mencari tahu banyak hal tentang negara tersebut, mulai dari sistem transportasinya, tempat wisatanya, sampai hal-hal kecil tapi penting seperti bentuk colokan listriknya. Hal ini membuat saya banyak baca dan akhirnya jadi banyak tahu.
  • Menikmati petualangan. Bagi saya nyasar di suatu tempat baru itu seru. Saya pernah nyasar di Paris, Barcelona, dan entah di kota mana lagi. Dan saya tidak melihat itu sebagai suatu hal yang buruk karena itulah bagian dari traveling. Itu yang membuat traveling menjadi berwarna karena pasti ada pengalaman yang bisa dipetik dari situ. To me, traveling is not only the destination but the journey it self. 
  • Act like a local. Ketika pergi dengan tur, rata-rata tempat yang dikunjungi adalah yang sangat touristy. Tapi kalau pergi sendiri kita bisa menjelajah lebih dari itu. Bisa mengunjungi tempat-tempat seru yang banyak diburu orang-orang lokal dan berinteraksi dengan mereka.   
Minusnya jalan-jalan dengan mengatur sendiri
  • Repot. Karena semuanya diatur sendiri jadi harus ada usaha ekstra untuk mengatur semua hal. Harus rela browsing berbagai tempat wisata di malam hari (karena nggak mungkin browsing sana-sini di jam kerja), rajin memantau penerbangan yang sedang promo, dan melakukan berbagai persiapan lainnya.
  • Biaya bisa lebih mahal. Saya tidak bilang seluruh biaya jalan-jalan yang diatur sendiri pasti lebih mahal, ya. Karena tidak demikian. Tapi memang ada perjalanan-perjalanan tertentu yang lebih hemat bila dilakukan oleh banyak orang atau ikutan tur. Misalnya nih, ketika saya melakukan solo trip ke Irlandia, saya sempat mengunjungi Wicklow Mountain National Park dengan menggunakan jasa one day tour. Nggak kebayang kalau saya harus menyewa mobil ke tempat tersebut, pasti harganya akan jauh berkali-kali lipat.
  • Tempat wisata yang dikunjungi lebih sedikit. Waktu saya melakukan EuroTrip, dengan durasi 3 minggu saya hanya mengunjungi 6 negara. Sementara kalau melihat paket penawaran ke Eropa oleh para travel agent, dengan durasi selama itu, negara yang dikunjungi bisa jadi lebih banyak. Kenapa bisa begitu? Karena saya mengutamakan memperbanyak pengalaman dibandingkan memperbanyak destinasi. 

Dalam perjalanan, saya juga pernah menggabungkan keduanya, mengatur sendiri dan menggunakan jasa travel agent. Contohnya saat saya ke Hong Kong dan Macau. Saya dan ke-3 teman saya mengatur semuanya sendiri. Tapi ketika di Macau kami menggunakan jasa one day tour. Alhasil saya bisa mengunjungi tempat-tempat yang cukup penting di Macau hanya dalam waktu satu hari saja dengan harga yang masuk akal dibandingkan kami pergi dengan kendaraan umum untuk mengunjungi satu per satu tempat.

Kalau ditanya mana yang lebih saya sukai? Apakah jalan-jalan dengan mengatur sendiri atau menggunakan jasa travel agent atau tour operator? Saya akan jawab, tergantung kebutuhan, tujuan, uang, dan waktu saya saat itu. 

Punya pendapat sama atau berbeda? Mau dong, komentarnya :)

Share:

2 komentar

  1. Mbak bisa tau jasa tourone day di Macau? Thank you

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Vivi...

      Karena itu sudah lama banget, aku lupa.. ;p
      Coba browsing-browsing, deh. Kayaknya banyak jasa penawaran one day tour di Macau.

      Delete