My Travel Stories

Lots of memories I can't keep, that's why I write.

Powered by Blogger.
  • Home
  • Indonesia
  • Asia
  • Australia
  • Eropa
  • Amerika
  • Travel Tips
  • Itinerary
  • Portfolio
Jalan-jalan ke Taiwan sangat menyenangkan. Selain fasilitas transportasi yang memudahkan mobilitas, keramahan orang-orangnya, pilihan tempat wisatanya juga banyak. Tersedia wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya dan sejarah di Taiwan. Mau sekedar nongkrong bego di kafe-kafe seru juga bisa. 

Tapi kali ini saya mau menuliskan tentang tempat wisata gratis di Taiwan. Meskipun gratis namun terawat dengan baik sehingga nyaman untuk dikunjungi. Bonusnya adalah tempat-tempat wisata di Taiwan ini cukup instagrammable. 

Kota Taipei

1. Chiang Kai-shek Memorial Hall

Ini adalah museum nasional yang didirikan untuk memperingati Chiang Kai-shek, mantan Presiden Taiwan. Namanya juga museum peringatan, jadi isi museum ini sarat sejarah yang berkaitan dengan kepemimpinan Chiang Kai-shek. 

2. Taipei Botanical Garden
Kalau suka yang hijau-hijau pasti suka dengan tempat ini. Selain sejuk di mata, tempat ini serasa bikin adem di tengah Taipei yang super hangat saat di musim panas. Memandangi Bunga Seroja/Lotus yang berwarna pink beneran membuat segar mata. 

3. Museum of Contemporary Arts
Saat saya ke tempat ini dan siap untuk membeli tiket, sang petugas bilang kami tidak perlu bayar alias gratis. Saya pun bertanya untuk mendapatkan informasi lebih jauh. Mereka bilang museum ini gratis untuk keluarga di saat akhir pekan. Wow, beruntung banget datang di hari yang tepat. Layaknya seni kontemporer di sini bisa melihat berbagai karya seni yang unik dan bikin saya berkata, "kok bisa sih, kepikiran bikin hal ini."

Kota Kaohsiung

4. Pantai Sizihwan

Ini pantai berpasir cokelat tapi saat saya ke sana tempatnya sepi jadi nyaman aja untuk main-main karena berasa milik sendiri. Hahaha. Selain itu pemandangan perbukitan di sekitarnya bikin adem mata. Satu-satunya yang bikin nggak betah adalah udaranya yang puanas pol karena saya datang ke sana saat musim panas yang suhu rata-ratanya mencapai 35-38 derajat setiap harinya. 

5. Pantai Cijin
Pantai ini bersih dan menyenangkan untuk nongkrong di bawah pohon kelapa di pinggir pantai. Selain itu, tinggal ngesot ke tempat-tempat yang jual makanan. Dari kota Kaohsiung kita hanya perlu naik kapal Ferry yang durasinya hanya sekitar 5 menit saja. Yap, pantai ini ada di pulau yang berbeda dari Kaohsiung.  

6. The Pier2 Art Center
Aduh saya betah banget jalan-jalan di sekitaran sini karena banyak karya seni kontemporer. yang lucu-lucu. Bagus untuk dinikmati apa adanya, juga dijadikan background foto.   

7. Love River Bay
Beneran deh, nyaman banget duduk-duduk bengong di sini memandangi air. Ya asalkan ke sininya jangan di siang bolong, apalagi saat musim panas. Tapi datanglah di sore hari, duduk-duduk di pinggir air itu menyenangkan banget. 

8. Great Harbour Bridge

Kalau ke sini, wajib datang pada pukul 3 sore atau 7 malam. Kenapa? Karena inilah jam pertunjukan digelar di jembatan ini. Seperti apa pertunjukannya? Dengan iringan musik, jembatan ini akan bergerak 90 derajat untuk sekian waktu, lalu kembali lagi ke posisi semula. Di luar jam tersebut, kita juga masih bisa menikmati jembatan karena di atas jembatan ini dibuat semacam kapal layar yang bisa kita naiki sehingga bisa melihat pemandangan dari atas. 

9. Dome of Light

Kalau kebetulan perjalanan kita melewati stasiun MRT Formosa Boulevard di Kaohsiung, jangan lupa mampir ke Dome of Light. Ya lumayan untuk nambah-nambah postingan di Instagram kan. Hehehe.

10. Night Markets
Mau di Taipei, Kaohsiung, atau kota-kota lain di Taiwan, pasti ada pasar malam atau night market. Rata-rata yang ada di sini nggak jauh-jauh dari toko makanan, pakaian, pernak-pernik, dan aneka permainan, seperti menembak sebanyak mungkin balon untuk memenangkan boneka. 

saya mengunjungi tiga pasar malam, yaitu Shilin dan Ximending Night Market di Taipei dan Ruifeng Night Market di Kaohsiung. Saya lebih menyukai Ximending Night Market karena penataannya lebih modern dengan jalanan yang luas sehingga tidak harus umpel-umpelan dengan pengunjung lain. Selain itu, setiap malamnya ada berbagai hiburan, baik pengamen, penari, pesenam maupun aksi gymnastic lainnya. 


Ada yang sudah pernah ke Taipei dan Kaohsiung juga? Apa tempat wisata gratis favoritmu?

----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • Mengunjungi Kosta Rika dengan Visa Amerika Serikat untuk WNI

  • Tiket Ekonomi Garuda Indonesia Bisa Refund Tanpa Penalti, Begini Caranya!

  • Bisakah Visa Amerika Serikat Dipindahkan ke Paspor Baru

  • Ternyata Tram di Melbourne Bisa Mati Juga!

  • 6 Tempat Belanja Oleh-oleh Murah di Jerman


Bulan Juni ini untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pontianak. Karena itu, saya baru tahu kalau banyak sekali makanan enak di Pontianak. Nggak akan mati gaya deh, kalau wisata kuliner di Pontianak. Namun dari semua makanan yang saya coba selama seminggu di sana, berikut adalah makanan khas Pontianak yang enak banget dan wajib dicoba!


1. Pisang Goreng Srikaya di Winny Coffee, Jl. Gajah Mada.
2. Cha Kue/ Choi Pan di Kokue & Chaikue Halim, Jl. Gajah Mada.
3. Ko kue di Kokue & Chaikue Halim, Jl. Gajah Mada.
4. Mie Pangsit Baso Sapi di D'Bamboo, Jl. Veteran.
5. Chai Kue Goreng di D'Bamboo, Jl. Veteran.
6. Kepiting Dapur di Dapur Kepiting, Jl. Merdeka.
7. Ceker Ayam di Pondok Ale-Ale, Jl. Jendral Ahmad Yani.
8. Che Hun Tiau di A Hien, Jl. WR. Soepratman.
9. Durian Montong Palung di Raja Durian, Jl. Antasari.

Saya nggak perlu jelasin panjang lebar untuk makanan-makanan di atas. Cukup dua kata: enak banget!! Untuk yang penasaran penampakan makanan-makanan ini seperti apa, bisa dilihat di video di bawah ini ya. 


Ada yang suka juga dengan makanan khas Pontianak? Share dong, makanan lain yang belum ada di daftar di atas dan wajib dicoba kalau saya ke Pontianak lagi!

----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • Mengunjungi Kosta Rika dengan Visa Amerika Serikat untuk WNI

  • Tiket Ekonomi Garuda Indonesia Bisa Refund Tanpa Penalti, Begini Caranya!

  • Bisakah Visa Amerika Serikat Dipindahkan ke Paspor Baru

  • Ternyata Tram di Melbourne Bisa Mati Juga!

  • 6 Tempat Belanja Oleh-oleh Murah di Jerman



Kosta Rika tidak membebaskan visa masuk untuk warga negara Indonesia tapi WNI bisa bebas visa ke Kosta Rika. Maksudnya WNI nggak perlu bikin visa Kosta Rika selama kita mempunyai visa Amerika Serikat yang masih valid. 

Sebelum saya melenggang ke Kosta Rika hanya dengan membawa paspor Indonesia dan visa Amerika Serikat yang masih berlaku, saya sempat kepikiran membuat visa Kosta Rika saja. Kenapa? Karena saya pergi untuk tujuan bisnis, jadi saya akan merasa lebih aman bila mengantongi visa Kosta Rika. 

Tapi sayangnya saat saya mengunjungi Kedutaan Kosta Rika di Jakarta pada Januari 2024, kantor mereka tutup dan di pintu depannya hanya tertulis alamat email. Saya pun mengirimkan email ke alamat tersebut dan ternyata pelayanan konsuler mereka tutup (sampai batas waktu yang belum ditentukan). Untuk pengurusan visa, mereka memberikan alamat email Kedutaan Kosta Rika yang terdekat dari Indonesia, seperti di antaranya di Australia, Jepang, dan Singapura. 

Duh, kebayang ribetnya harus mengurus visa ke salah satu negara tersebut dari Indonesia. Akhirnya saya putuskan untuk masuk Kosta Rika memakai visa Amerika Serikat saja. Namun saya ingin mendapatkan kepastian bisa masuk dengan lancar. Nggak lucu kalau sampai dideportasi dan batal mengikuti meeting kantor. 

Karena itu, saya mengemail kedutaan Kosta Rika di Singapura untuk memastikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Apakah benar saya bisa masuk Kosta Rika untuk tujuan bisnis dengan visa Amerika Serikat?
  2. Apakah tidak masalah bila visa Amerika Serikat tersebut ada di paspor lama? 

Begitu saya mendapatkan jawaban ya untuk kedua pertanyaan tersebut, saya print email dari pihak Kedutaan tersebut dan membawanya ke Kosta Rika. Ya untuk jaga-jaga saja kalau menemukan masalah di imigrasi Kosta Rika. 

Nyatanya, di imigrasi Kosta Rika saya tidak mendapatkan pertanyaan aneh-aneh. Saya langsung menyerahkan dua paspor. Satu paspor yang masih berlaku dan satu lagi paspor lama yang masih ada visa Amerika Serikat yang masih berlaku. 

Pertanyaan dari pihak imigrasi hanyalah akan menginap dimana saya? Saya pun menunjukkan bukti bookingan hotel yang sudah disiapkan dari kantor saya. 

Alhamdulillah, ternyata ada untungnya juga punya visa Amerika Serikat karena banyak negara yang membebaskan visa untuk WNI selama kita memiliki visa Amerika Serikat. Yang saya tahu, selain Kosta Rika, negara-negara Amerika Latin lainnya diantaranya Panama, Guatemala, Honduras, dan Meksiko juga memberlakukan hal yang sama. Selain negara-negara Amerika Latin, banyak juga negara lain yang mempunyai peraturan yang sama, seperti di antaranya Kanada dan Taiwan.   

----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • Tiket Ekonomi Garuda Indonesia Bisa Refund Tanpa Penalti, Begini Caranya!

  • Bisakah Visa Amerika Serikat Dipindahkan ke Paspor Baru

  • Ternyata Tram di Melbourne Bisa Mati Juga!

  • 6 Tempat Belanja Oleh-oleh Murah di Jerman

  • 5 Lokasi Christmas Lights dan Dekorasi Natal di Melbourne


Foto: Pexels/Jeffry Surianto


Kita tentu tahu betapa tidak fleksibelnya membeli tiket pesawat kelas ekonomi. Jangankan bisa refund, mau ubah jadwal penerbangan pun tidak bisa. Kalaupun bisa, pasti ada uang yang harus dikeluarkann, yang kadang jatuh harganya lebih mahal daripada tiket yang sudah kita beli. Eh, tapi ternyata tiket ekonomi Garuda Indonesia bisa refund, lho! Tapi tentu ada syaratnya. 

Seharusya pada Januari kemarin, saya terbang dari Melbourne ke Jakarta bersama Shannon dan Noah. Namun karena Shannon ada permasalahan kesehatan maka dokternya melarang dia untuk terbang dulu sampai kondisinya benar-benar sehat. 

Beberapa hari sebelum terbang ke Jakarta, saya meminta tolong teman saya, Stacey untuk menelpon call centre Garuda Indonesia. Informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa Shannon bisa mengubah tiketnya ke jadwal yang berbeda namun dengan biaya sebesar dua juta rupiah. Nah, yang jadi masalah, kami belum tahu kapan kondisi Shannon bisa benar-benar sehat dan dapat lampu hijau untuk terbang dari dokter.

Stacey pun memberikan saya nomor WhatsApp call center yang didapatnya, sehingga saya bisa meneruskan percakapan ini sendiri. Setelah berkonsultasi dengan travel assistant Garuda Indonesia, keputusan yang terbaik adalah dengan membatalkan penerbangan Shannon namun mereka bilang, Shannon tidak akan mendapatkan 100% uang kembali karena ada biaya penalti sebesar dua juta yang harus dibayar. 

Saya pun meminta Garuda Indonesia untuk meninjau kembali kebijakan ini mengingat alasan Shannon untuk pembatalan adalah karena alasan medis, bukan karena ingin memperpanjang liburannya di Australia. Setelah sang travel asisstant mendiskusikan hal tersebut di internal mereka, akhirnya dia membawa kabar baik bahwa kami bisa mendapatkan full refund tanpa penalti, kecuali untuk biaya kursi yang sudah kami beli. Hanya itu satu-satunya kerugian kami. Syaratnya adalah saya harus menunjukkan surat keterangan dari dokter/rumah sakit yang menyatakan bahwa Shannon tidak bisa terbang karena alasan kesehatan. 

Setelah percakapan di WhatsApp tersebut, sang travel assistant bilang dia akan meneruskan ke bagian refund dan mereka akan menghubungi kami lewat email. Ajaibnya, ketika saya mendapatkan email, bagian refund tetap mengenakan biaya penalti. Saya pun protes dengan menunjukan screenshot hasil percakapan saya dengan travel assistant. Akhirnya mereka pun sepakat bahwa saya tidak akan dikenakan penalti. Mereka pun kembali menegaskan perihal surat keterangan dokter tersebut.  

Proses pengembalian uangnya sendiri akan dikembalikan ke metode pembayaran awal, yaitu ke kartu kredit saya. Karena itu mereka meminta data kartu kredit saya, termasuk nomor kartu kredit dan masa berlaku (tanpa CCV, ya). Saya pun memberikan data tersebut, kopi paspor Shannon, dan surat keterangan dokter yang diminta. 

Delapan hari dari saya submit semua data tersebut, uang refund sudah masuk ke kartu kredit saya. Durasi ini lebih cepat dari yang mereka janjikan, yaitu 14 - 30 hari kerja. 

Meski terjadi pertukaran pesan berkali-kali, tentu saja kami senang karena bisa mendapatkan refund untuk tiket ekonomi yang kami beli. Thank you, Garuda Indonesia!

----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • Bisakah Visa Amerika Serikat Dipindahkan ke Paspor Baru

  • Ternyata Tram di Melbourne Bisa Mati Juga!

  • 6 Tempat Belanja Oleh-oleh Murah di Jerman

  • 5 Lokasi Christmas Lights dan Dekorasi Natal di Melbourne

  • Harga Makanan di Jerman (2023)





Photo: Nataliya Vaitkevich/Pexels


Saya akan melakukan perjalanan ke Kosta Rika dimana saya tidak harus membuat visa Kosta Rika apabila saya masih memiliki visa Amerika Serikat yang masih berlaku. Nah, pasalnya, visa Amerika Serikat saya ada di paspor lama. Apakah bisa visa Amerika Serikat saya dipindahkan ke paspor baru?

Kenapa harus dipindah ke paspor baru? Ya ini lebih ke tindakan pencegahan saja sih, takutnya pihak imigrasi Kosta Rika tidak menerima bila visa tersebut berada di paspor yang sudah kedaluwarsa. Saya pun mulai mecari informasi. 

Dari informasi yang saya dapat dari teman dekat saya, Mbak Dea yang sering bolak-balik Amerika Serikat, dia bilang visa Amerika Serikat tidak bisa dipindah paspor. Jadi yang dia lakukan adalah travelling dengan membawa dua paspor dan itu tidak masalah dengan pihak imigrasi Amerika Serikat. Nah, pasalnya saya tidak akan travelling ke Amerika Serikat. 

"Waktu itu masuk Kanada aku juga begitu. petugas cek visa Amerika Serikat di paspor lama, setelah itu visa Kanada ditempel di paspor baru," katanya. Tapi apakah petugas imigrasi Kosta Rika akan memperlakukan hal yang sama? Ya saya harus mencari informasi lebih lanjut. 

Namun pernyataan Mbak Dea ini dibenarkan oleh seseorang yang ada di grup WhatsApp travelling saya. Visa Amerika Serikat tidak bisa dipindahkan ke paspor baru. 

Dan kepastian yang benar-benar valid ini pun akhirnya saya dapatkan ketika saya berhasil menelpon Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta. Setelah memastikan bahwa visa Amerika Serikat saya masih aktif, petugas yang saat itu berbicara dengan saya menjelaskan bahwa visa Amerika Serikat tidak bisa dipindahkan ke paspor baru. Jadi saya hanya perlu membawa dua paspor saat mau masuk Amerika Serikat. 

Tapi masalahnya saya bukan mau travelling ke Amerika Serikat. "Seharusnya sih, bisa ya, membawa paspor lama yang ada visa Amerika Serikatnya ke negara tersebut karena visa Amerika Serikat memang tidak bisa dipindahkan ke paspor baru," ucapnya. 

Seharusnya sih, demikian tapi berurusan dengan pihak imigrasi tanpa kepastian yang solid bikin saya dobel khawatirnya. Tapi yang pasti, saya sudah mendapatkan jawaban bahwa visa Amerika Serikat tidak bisa dipindahkan ke paspor baru. 

Selanjutnya adalah memastikan saya bisa masuk Kosta Rika dengan visa Amerika Serikat di paspor lama. saya akan tulis ceritanya di blog selanjutnya. 


----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • Ternyata Tram di Melbourne Bisa Mati Juga!

  • 6 Tempat Belanja Oleh-oleh Murah di Jerman

  • 5 Lokasi Christmas Lights dan Dekorasi Natal di Melbourne

  • Harga Makanan di Jerman (2023)

  • 6 Makanan Wajib Coba di Turki Beserta Harga dan Lokasi Membelinya

"Saya tidak tahu apa yang terjadi tapi saya ingin memberitahu bahwa listrik tram ini mati," kata sang sopir melalui pengeras suara. Hadeh, sudahlah sedang hujan di luar, ditambah tiba-tiba tram mati nggak jelas. Sementara kami diburu waktu karena sudah pesan tiket SEA LIFE Aquarium Melbourne untuk jam 10.30.

Tram yang kami naiki, berhenti di tengah jalan karena tidak ada listrik


Hari itu adalah hari terakhir kami di Melbourne sebelum pulang ke Jakarta. Kami memutuskan untuk menikmatinya bersama kakek dan nenek Noah ke tempat yang menurut kami akan disukai Noah, yaitu aquarium.


Saat kami berangkat dari rumah, pukul 09.30 pagi, hujan sangat deras. Jarang-jarang hujan deras seperti ini di Melbourne di bulan Januari yang seharusnya panas. Perjalanan yang seharusnya mudah, menjadi cukup ribet karena hujan yang sangat deras membuat air mengalir dimana-mana. Jalan kaki ke halte tram yang hanya memakan waktu tiga menit jadi terasa menantang karena kami harus menghindari aliran air agar sepatu tidak basah.


Setelah naik tram, seharusnya kami hanya perlu duduk manis selama sekitar 45 menit dan turun langsung di depan SEA LIFE. Total perjalanan seharusnya hanya sekitar 50 menit saja. Eh tapi kok molor menjadi 1 jam 40 menit. Semuanya karena listrik tram yang tiba-tiba mati. 


Saya sering sekali muter-muter Melbourne dengan tram tapi baru kali ini mengalami listrik mati. Apakah karena hujan lebat? 


Setelah sopir mengumumkan tram mati, beberapa penumpang memutuskan turun sementara kami memutuskan untuk menunggu. Sekian menit berlalu, Noah sudah tidak betah. Dia sampai melakukan pool dancing di tiang tram saking bosannya. Hahaha. Setelah sekitar 15 menit berlalu, kakek Noah, Damien memutuskan untuk memesan Uber. Kami pun turun dari tram. 


Tidak sampai lima menit kami turun, Damien bilang bahwa Uber kami sudah sampai tapi dia ada di sebrang jalan. Aduh bagaimana pula menyebrangnya. Secara di Melbourne nggak bisa menyebrang sembarangan. Hujan pula!


Di saat itu, tiba-tiba seorang wanita Asia paruh baya yang bersama kami di tram dan sedang berada di luar juga berkata bahwa tram kembali menyala. Kami pun otomatis tanpa berpikir, langsung masuk kembali ke kereta. 


Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 10.20. Kami jelas akan telat sampai SEA LIFE tapi seharusnya telat sebentar tidak apa-apa. Baru juga berpikir demikian, tiba-tiba tram berhenti kembali. “Mohon maaf tapi tram kembali mati,” kata Pak Sopir. Ya ampun baru juga jalan empat menit. 


Kami kembali menunggu berharap tram akan segera kembali menyala. Detik demi detik, menit demi menit, sampai 25 menit sudah berlalu dan waktu menunjukkan sekitar pukul 10.50 dan Helen berkata, “Tampaknya kita harus memesan Uber lagi.” 


Gemes sih, memang karena Uber sebelumnya yang dibatalkan tetap harus dibayar dan sekarang harus bayar Uber lagi. Tapi tram pun tidak ada tanda-tanda akan hidup lagi. 


Lima menit kemudian kami sudah ada di dalam Uber. Dan baru beberapa menit di dalam Uber, kami melihat listrik menyala kembali karena tram dari arah yang berlawanan sudah kembali berjalan. Hadeeeh! 


“Tapi kita nggak tahu kan, siapa tahu listriknya akan mati lagi. Jadi sudah benarlah kita pakai Uber,” kata saya berusaha melegakan hati. “Itu benar, sih,” respon Damien sambil tertawa.


Untungnya pihak SEA LIFE tidak mempermasalahkan ketika kami baru sampai pukul 11.10 dan mengizinkan kami tetap masuk. Alhamdulillah!


----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • 6 Tempat Belanja Oleh-oleh Murah di Jerman

  • 5 Lokasi Christmas Lights dan Dekorasi Natal di Melbourne

  • Harga Makanan di Jerman (2023)

  • 6 Makanan Wajib Coba di Turki Beserta Harga dan Lokasi Membelinya

  • 6 Rekomendasi Oleh-oleh Turki, Kisaran Harga dan Tempat Membelinya

 


Kayaknya kita semua sudah tahu bahwa harga barang-barang di Jerman mahal-mahal. Eh tapi kalau kita datanng ke toko yang tepat, kita bisa lho, dapat oleh-oleh murah di Jerman. Paling tidak, itu yang saya rasakan ketika ke Jerman pada November 2023. 

Berikut tempat belanja oleh-oleh murah di Jerman yang saya datangi dan beli beberapa barang-barangnya. 

1. Aldi dan REWE, Tempat Beli Cokelat Murah di Jerman

Aldi dan REWE (dua tempat yang berbeda) adalah supermarket yang menjual banyak kebutuhan sehari-hari. Kalau di Indonesia mirip Lotte atau Hero yang menjual aneka sayur, daging, perlengkapan mandi, dan banyak lainnya, termasuk camilan seperti cokelat. Kalau memang mau bawa pulang oleh-oleh cokelat dari Jerman, saya sarankan datang ke Aldi atau REWE. Selain pilihannya sangat variatif harganya juga mulai dari sekitar 1 Euro (sekitar 17 ribuan). Saya sempat membeli cokelat praline berisi 16 buah di Aldi. Cokelat ini dibungkus dalam kemasan cantik dengan harga 2,99 Euro saja (sekitar 50 ribu rupiah). Cakep untuk dijadikan oleh-oleh. 

2. DM, Tempat Beli Parfum Murah di Jerman

Kalau mau cari parfum murah di Jerman, coba datang ke DM. Di sini dijual parfum asli dengan harga yang lebih murah dari Indonesia. Contohnya, saya sempat membeli EDP 15ml Christina Aguilera yang Cherry Noir dan Xtina dengan harga masing-masing 8,95 Euro (sekitar 150 ribuan). Mereka juga jual yang ukuran 30ml dengan harga 11,95 Euro (sekitar 200 ribuan). Di toko ini juga dijual berbagai kosmetik, perlengkapan kecantikan dan kesehatan. 

3. Müller, Tempat Beli Hand Cream Murah di Jerman
Saya sudah sampai pada tahap tidak pernah lagi membawakan oleh-oleh seperti gantungan kunci dan sejenisnya. Sekarang saya lebih suka membeli suatu produk yang diproduksi di negara tersebut. Karena itu, ketika saya masuk ke toko ini saya senang karena bisa menemukan berbagai hand cream produksi Jerman. Di sini banyak pilihannya dengan harga terjangkau. Saya sempat membeli hand cream Aveo yang harganya hanya 0,85 Euro. Yap, harganya bahkan tidak sampai 1 Euro. Di tangan rasanya ena, tidak lengket dan aromanya juga saya suka karena tidak menyengat. Untuk aroma tentunya tergantung pilihan dan selera ya. Di toko ini juga dijual aneka kosmetik, mainan anak, cokelat dan camilan lainnya.  

4. Euroshop, Tempat Beli Souvenir Nama Negara Murah di Jerman


Nah, kalau mau cari oleh-oleh seperti souvenir khas negara (yang ada tulisan nama negara atau kota), seperti kartu pos, magnet, atau gantungan kunci, Euroshop wajib banget didatangi. Karena aneka souvenir Jerman di sini murah-murah. Kartu pos hanya seharga 0,55, magnet kecil isi 6 seharga 1,50 Euro, dan asbak seharga 1,30 Euro. Di sini juga ada cokelat seharga sekitar 1 Euro namun pilihannya tak sebanyak di Aldi atau REWE. 

5. Flying Tiger Copenhagen, Tempat Beli Souvenir Unik Murah di Jerman
Bisa ditebak dari namanya toko ini berasal dari Kopenhagen, Denmark. Berdiri pertama kali tahun 1995, kini toko ini tersebar di banyak kota di Eropa. Yang saya suka dari toko ini adalah banyaknya souvenir dan merchandise unik yang dijual dengan harga terjangkau. Barangnya gemes-gemes gitu. Saya sempat membeli kotak kecil dari kayu seharga 1 Euro. Cocok untuk penyimpanan cincin, gelang, atau koleksi koin. Untuk yang mau tahu lebih banyak tentang toko ini bisa baca tulisan saya di sini. 

Toko-toko tersebut di atas tersebar di seluruh Jerman, terutama di kota-kota besar ya. Jadi kalau kita jalan-jalannya di kota, bukan rural area, pasti ketemu deh, sama toko-toko ini. 

Kamu pernah ke Jerman dan punya rekomendasi tempat belanja oleh-oleh murah di Jerman? Tolong tulis di kolom komentar ya. 

----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • 5 Lokasi Christmas Lights dan Dekorasi Natal di Melbourne

  • Harga Makanan di Jerman (2023)

  • 6 Makanan Wajib Coba di Turki Beserta Harga dan Lokasi Membelinya

  • 6 Rekomendasi Oleh-oleh Turki, Kisaran Harga dan Tempat Membelinya

  • Itinerary Trip Turki untuk 7 Hari






Berbeda dari Eropa dan Amerika yang mengalami musim dingin, bulan Desember adalah musim panas di Australia. Karena itu, jangan berharap deh, mengalami White Christmas di Melbourne. Jangankan di musim panas, musim dingin saja tidak ada salju di Melbourne. Meskipun demikian, bukan berarti Melbourne tidak memesona saat Natal. Sudut-sudut kota ini dipenuhi dekorasi Natal dan Christmas Lights yang memukau. Dimana saja lokasinya?

1. Federation Square
Alun-alun yang berada tepat di Flinder Street Railway Station ini jadi tempat langganan bertenggernya pohon Natal besar setiap tahunnya. Selain pohon Natal, biasanya area di Federation Square juga dipenuhi hiasan Natal lainnya. Lebih seru datang ke sini pada malam hari karena kita bisa melihat lampu Natal yang berkelap-kelip. 


Video ini gabungan dari Federation Square, Melbourne Town Hall dan Southern Cross Station. Saya ambil pada Desember 2023.

2. Melbourne Town Hall
Dari Federation Square kita bisa naik tram gratis ke Melbourne Town Hall, meskipun saya pribadi lebih suka jalan kaki karena lokasinya tidak jauh. Biasanya gedung ini akan dihias dengan pita merah sehingga terlihat seperti kado Natal dan akan banyak sekali dekorasi bunga di halaman depannya. Namun tentu saja daya tariknya adalah pada malam hari ketika gedung dipenuhi permainan cahaya lampu. Cantiik!

3 State Library Victoria 
Permainan cahaya lampu juga ada. di State Library of Victoria. Jadi kalau sudah sampai di Melbourne Town Hall, jangan lupa mampir juga ke perpustakaan ini. Lokasinya berada di jalan yang sama dengan Federation Square dan Melbourne Town Hall. Lagi-lagi bisa naik tram gratis atau jalan kaki. Saran saya sih, jalan kaki karena lokasinya benar-benar dekat banget dan sekalian kita bisa melihat dekorasi Natal lainnya sepanjang jalan. 

4. Goodwin Street, Glen Iris
Bila tiga tempat di atas adalah tempat publik yang juga atraksi wisata, Goodwin Street adalah nama jalan di komplek perumahan di salah satu suburb Melbourne. Kenapa jalanan ini harus didatangi karena rumah-rumah di jalanan ini dipenuhi Christmas Lights yang luar biasa. Well, tidak semuan dekorasinya luar biasa sih, ada juga yang hanya biasa saja. Tapi ada satu rumah di ujung jalan yang Christmas Lights-nya the best banget deh, selain halaman, sekeliling pagar rumahnya juga dipenuhi Christmas Lights. 

Saya sudah dua tahun berturut-turut ke sana, tahun 2022 dan 2023 dan tetap terkagum-kagum sama berbagai printilan dekorasinya yang bikin mengaga. Tahun ini saya sempat ketemu sama pemilik rumah dan dia bilang dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mendekor semuannya. Ckckck!


Video ini merupakan gabungan dari rumah di Goodwin Street dan 997 Torak Road. Saya ambil pada Desember 2023. 

5. 997 Toorak Road, Camberwell
Kalau rumah yang sebelumnya butuh waktu sekitar satu bulan untuk mendekorasi rumahnya, rumah yang satu ini butuh sekitar dua bulan. Ini menurut pengakuan pemilik rumah George yang sempat kami temui. Bukan cuma sekadar hiasan Natal dan lampu-lampu cantik, George juga membuat salju buatan dari shampoo yang tentunya bikin anak-anak yang berkunjung, termasuk Noah kegirangan karena disemprot "salju". 

Rumah George masuk ke dalam 10 rumah Christmas Lights terbaik versi media Australia, The Age.  

Dekorasi Natal dan Christmas Lights ini biasanya akan mulai ada pada pertengahan November atau awal Desember hingga tahun baru. Kurang lebih sekitar sebulan kita bisa menikmati dekorasi Natal dan Christmas Lights di Melbourne.

Saran saya kalau memang waktunya tidak banyak, cukup datang ke Melbourne CBD, muter-muter di sana, akan ketemu banyak dekorasi Natal. Selain Federation Square, Melbourne Town Hall, dan State Library Victoria, di area CBD juga ada Royal Arcade, gedung H&M store, dan Southern Cross Station yang biasanya dipenuhi hiasan Natal yang cakep. 


----------@yanilauwoie----------

Find me at: 
Instagram: @yanilauwoie
Twitter: @yanilauwoie
YouTube: YaniLauwoie

Blog Sebelumnya:
  • Harga Makanan di Jerman (2023)

  • 6 Makanan Wajib Coba di Turki Beserta Harga dan Lokasi Membelinya

  • 6 Rekomendasi Oleh-oleh Turki, Kisaran Harga dan Tempat Membelinya

  • Itinerary Trip Turki untuk 7 Hari

  • Harga Makanan di London, Inggris (2023)


Newer Posts Older Posts Home

My Travel Book

My Travel Book
Baca yuk, kisah perjalanan saya di 20 negara!

My Travel Videos

Connect with Me

Total Pageviews

Categories

Amerika Serikat Australia Belanda Belgia Ceko Denmark Hong Kong Indonesia Inggris Irlandia Italia Jepang Jerman Korea Selatan Macau Malaysia Prancis Singapura Skotlandia Spanyol Thailand Vietnam

Blog Archive

  • ▼  2025 (4)
    • ▼  May (1)
      • 6 Lokasi untuk Melihat Bunga Musim Semi di Bratisl...
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2024 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2023 (7)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2022 (6)
    • ►  October (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (19)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2019 (51)
    • ►  December (4)
    • ►  November (3)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  June (5)
    • ►  May (4)
    • ►  April (5)
    • ►  March (10)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2018 (30)
    • ►  December (8)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2017 (60)
    • ►  December (6)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  September (8)
    • ►  August (5)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (8)
    • ►  April (9)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2016 (51)
    • ►  December (6)
    • ►  November (3)
    • ►  October (5)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (6)
    • ►  April (5)
    • ►  March (4)
    • ►  February (4)
    • ►  January (6)
  • ►  2015 (51)
    • ►  December (7)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  June (4)
    • ►  May (6)
    • ►  April (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (51)
    • ►  December (6)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  July (5)
    • ►  June (3)
    • ►  May (5)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
    • ►  February (5)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (13)
    • ►  December (5)
    • ►  November (2)
    • ►  October (6)

Search a Best Deal Hotel

Booking.com

Translate

Booking.com

FOLLOW ME @ INSTAGRAM

Most Read

  • Tour Guide Berbahasa Indonesia di Thailand: Saya Belajar dari Sinetron
  • Mudahnya Mengurus Visa Australia
  • Turis Indonesia Terkenal Tukang Pipis di Korea Selatan
  • Bolehkah Membawa Pulang Selimut dan Bantal Pesawat? Ini Eksperimen Saya

About Me

Hi, I'm Yani. I have 15 years experience working in the media industry. Despite my ability to write various topics, my biggest passion is to write travel stories. By writing travel stories, I combine my two favourite things; travelling and writing. All the content in this blog are mine otherwise is stated. Feel free to contact me if you have questions or collaboration proposal :)

Contact Me

Name

Email *

Message *

Copyright © 2016 My Travel Stories. Created by OddThemes & VineThemes